MAA | Tingkatkan investasi, ESDM sederhanakan perizinan
223
post-template-default,single,single-post,postid-223,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2,vc_responsive

Tingkatkan investasi, ESDM sederhanakan perizinan

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan berencana menyederhanakan perizinan di berbagai sektor yang berada di bawah kewenangannya sebagai upaya meningkatkan investasi di Tanah Air.

Menteri Jonan mengatakan, penyederhanaan perizinan yang dilakukan adalah guna meningkatkan investasi yang dilakukan pihak BUMN atau swasta.

Hal tersebut, lanjutnya, karena pemerintah menyadari bahwa tidak semua hal yang terkait dengan sektor yang berada di bawah kementerian yang dipimpinnya dapat dibebankan kepada APBN.
Penyederhanaan perizinan itu dilakukan, pertama, di sektor migas dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2017 yang menyederhanakan dari 104 perizinan menjadi hanya enam perizinan.

“Ini harus diterima sebagai perubahan untuk melayani masyarakat. Layanan bukan kekuasaan tetapi amanah,” katanya, Rabu (14/6).

Kemudian kedua, perizinan di sektor minerba dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34/2017 dengan menyederhanakan dari 117 menjadi hanya enam perizinan.
Ketiga, perizinan di sektor ketenagalistrikan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2016 sehingga 10 perizinan sudah dilimpahkan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang terdapat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan yang ditangani ESDM hanya tiga sertifikasi dan dua rekomendasi.

Selanjutnya untuk sektor energi baru dan terbarukan, dengan regulasi yang sama penyederhanaan perizinan juga dilakukan oleh Kementerian ESDM.

Jonan juga mengemukakan, selain penyederhanaan, pihaknya juga bakal mempercepat dan memperbaiki pelayanan terus-menerus terhadap perizinan.
Sedangkan terkait dengan jumlah investasi yang akan meningkat dengan langkah penyederhanaan perizinan ini, Menteri ESDM menyatakan saat ini masih sukar untuk diproyeksikan realisasi kenaikannya pada tahun 2017.

Dia berpendapat untuk realisasi harus menunggu dulu hasil investasi pada sekitar triwulan III sehingga lebih dapat ada gambaran yang lebih jelas dibandingkan dengan pertengahan tahun seperti sekarang ini.
Sementara pada tahun 2016, realisasi investasi untuk seluruh sektor yang ada di bawah naungan ESDM adalah sekitar 27 miliar dolar AS, yang terdiri atas sektor migas US$ 10 miliar, minerba US$  8 miliar, ketenagalistrikan US$  7 miliar, dan Energi Baru Terbarukan US$  1,6 miliar.

sumber berita: kontan.co.id

 

 

No Comments

Post A Comment