MAA | Jalur KA Diaktifkan, Dari Bogor Bisa Langsung ke Bandung Naik Kereta
222
post-template-default,single,single-post,postid-222,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2,vc_responsive

Jalur KA Diaktifkan, Dari Bogor Bisa Langsung ke Bandung Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang menunggu restu dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) Cianjur-Bandung sepanjang 44 km. Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan bila jalur KA ini diaktifkan maka masyarakat Bogor yang hendak pergi ke Bandung bisa langsung naik kereta tanpa harus ke Jakarta.

“Supaya penumpang dari Bogor tidak harus ke Jakarta lagi kalau ke Bandung, mereka lebih cepat lewat Cianjur,” kata Edi kepada kumparan, Sabtu (14/1). 

Menurut Edi, jalur KA Cianjur-Bandung akan terkoneksi dengan jalur KA Bogor-Sukabumi-Cianjur yang sudah lebih dahulu diaktifkan. “Selama ini sudah ada rute Bogor-Sukabumi-Cianjur. Tapi dari Cianjur-Bandung itu memang belum,” ujar Edi.

Namun, untuk mengaktifkan jalur KA tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Jalur KA Cianjur-Bandung membutuhkan banyak perbaikan, mengingat rute tersebut cukup curam dan rawan longsor.

“Ada tanjakan panjang di Padalarang, termasuk rute baliknya. Harus diperbaiki terlebih dahulu karena kemiringannya juga cukup tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, kepastian dari reaktivasi jalur KA Cianjur-Bandung masih menunggu izin dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Edi berharap, jalur tersebut bisa kembali aktif dalam waktu dekat.

“Semoga (dalam waktu dekat). Masih menunggu izin dari Kemenhub,” tandasnya.

Bila jalur ini jadi direaktivasi, maka akan terhubung dengan jalur kereta Bandung-Sukabumi-Cianjur. Jalur kereta api ini nantinya akan melewati beberapa stasiun kecil, diantaranya Tagog Apu, Cipatat, Rajamandala, Cipeuyeum, Ciranjang, Selajambe, Tipar dan Maleber. Dalam perjalanannya, rangkaian kereta ini harus melalui kontur berbukit dan menanjak, seperti di Rajamandala-Tagog Apu-Cipatat.

sumber berita: kumparan.com

No Comments

Post A Comment