MAA | IDLO Gandeng MAA Gelar Pelatihan dan Klinik Hukum untuk Perempuan Pengusaha UMKM
771
post-template-default,single,single-post,postid-771,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2,vc_responsive

IDLO Gandeng MAA Gelar Pelatihan dan Klinik Hukum untuk Perempuan Pengusaha UMKM

Sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan perempuan, IDLO berkolaborasi dengan Mulyana Abrar Advocates menggelar pelatihan dan klinik hukum untuk para 50 perempuan pengusaha mikro. kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten. Pelatihan dan klinik hukum dibuka secara resmi pada tanggal Senin 25 November 2019 dan berlangsung pada tanggal 26 – 29 November 2019.

Pelatihan dan klinik hukum ini diinisiasi oleh International Development Law Organization (IDLO) dan berkolaborasi dengan Mulyana Abrar Advocates, Irma Devita Learning Centre, Easybiz, Archipel Prime Advisory, and Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI). Kegiatan ini adalah bagian dari program Rule of Law Fund yang didukung oleh Kedutaan Besar Kerjaaan Belanda

Pelatihan dan klinik hukum ini meliputi beberapa materi pokok seperti: legalitas berusaha, Online Single Subsmission (OSS) dan NIB; perizinan, sertifikasi BPOM, sertifikasi halal, dan perpajakan.

Tujuan dari training dan klinik hukum ini adalah untuk membantu meningkatkan kapasitas perempuan dalam menjalankan usaha mereka dengan memberikan perspektif legal, informasi, serta kemampuan yang berkaitan dengan akses terhadap keuangan, registrasi bisnis, pajak, pungutan liar, dan biaya Peranan pengusaha perempuan memiliki cukup besar, tidak hanya untuk meningkatkan taraf ekonomi dirinya atau keluarganya namun juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Data dari Bank Indonesia saat ini menunjukkan pengusaha perempuan tidak kurang dari 14 juta dan turut menyumbangkan 9,9% dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Namun tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, salah satunya, ketika bisnis mulai berkembang maka saat itulah pengusaha perempuan perlu menyadari kebutuhan aspek hukum dalam bisnis.

“Oleh karena itu kami menyelenggarakan pelatihan ini, agar lebih banyak pengusaha perempuan yang lebih berdaya menjalankan usahanya,” kata Fifiek Mulyana, Managing Partner, Mulyana Abrar Advocates, salah satu advokat yang menjadi pengajar dalam pelatihan tersebut

“Meskipun demikian, pengusaha perempuan terutama skala mikro dan kecil masih butuh pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya aspek hukum dalam dunia usaha, terlepas dari adanya kebutuhan lain semisal permodalan, tata kelola, keuangan dan lainnya,” tuturnya.

Dirinya memberikan contoh aspek hukum tersebut perihal bentuk usaha, akta pendirian, memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB), izin usaha hingga urusan pajak.

Yani Motik, salah satu pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang juga mengajar dalam Pelatihan tersebut mengungkapkan Pengusaha Perempuan Mikro dan Kecil perlu memahami masalah yang menyangkut legalitas badan hukum dan perpajakan.

Yani berujar bahwa pengalamannya sebagai pengusaha perempuan yang membina banyak pengusaha perempuan lainnya dari usaha kecil hingga skala besar, legalitas badan hukum sangat dibutuhkan oleh pengusaha mikro dan kecil apabila ingin mengembangkan usahanya seperti mendapatkan akses kredit dari bank, maupun untuk memenuhi persyaratan menjadi mitra atau vendor pemerintah dan swasta. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengurus sendiri legalitas berusaha sebagai bagian dari pengembangan kegiatan usahanya. (win)

Source: https://jakrev.com/rehat/seremoni/idlo-gandeng-maa-gelar-pelatihan-dan-klinik-hukum-untuk-perempuan-pengusaha-umkm/

No Comments

Post A Comment