MAA | HIPPI Gandeng IDLO dan Mulyana Abrar Advocates Beri Pelatihan Legalitas Usaha
776
post-template-default,single,single-post,postid-776,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2,vc_responsive

HIPPI Gandeng IDLO dan Mulyana Abrar Advocates Beri Pelatihan Legalitas Usaha

Bogor – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bekerjasama dengan International Development Law Organization (IDLO) dan Mulyana Abrar Advocates, Irma Devita Learning Centre, Easybiz, serta Archipel Prime Advisory mengadakan pelatihan dan klinik hukum di SwissBell Hotel , Bogor (26/11).

Diikuti oleh 50 Pengusaha Perempuan berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Rule of Law Fund yang didukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.

Ketua Umum HIPPI Suryani Sidiq Motik, mengatakan pengusaha perempuan mikro dan kecil perlu memahami masalah yang menyangkut legalitas badan hukum dan perpajakan.

“HIPPI ini kan himpunan pengusaha menengah kecil,  banyak yang kecil yang belum berbadan hukum selama ini takut dan ragu. Kegiatan ini bukan hanya membuka wawasan kenapa harus berbadan hukum tetapi ini juga mengajarkan mereka dan bahkan membimbing mereka sampai berbadan hukum.” Katanya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas perempuan dalam menjalankan usaha mereka dengan memberikan perspektif legal, informasi, serta kemampuan yang dengan akses terhadap keuangan, registrasi bisnis, pajak, pungutan liar, dan biaya.

Fifiek Mulyana, Managing Partner, Mulyana Abrar Advocates, yang juga merupakan salah satu advokat yang menjadi pengajar dalam pelatihan tersebut mengatakan pengusaha perempuan memiliki peranan cukup besar, tidak hanya untuk meningkatkan taraf ekonomi dirinya atau keluarganya namun juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Namun tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, salah satunya, ketika bisnis mulai berkembang maka saat itulah pengusaha perempuan perlu menyadari kebutuhan aspek hukum dalam bisnis. Oleh karena itu kami menyelenggarakan pelatihan ini, agar lebih banyak pengusaha perempuan yang lebih berdaya menjalankan usahanya.” Kata Fifiek.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan pengusaha perempuan yang jumlahnya tidak kurang dari 14 juta juga turut menyumbangkan 9,9% dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

Ia juga menambahkan, pengusaha perempuan terutama skala mikro dan kecil masih butuh pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya aspek hukum dalam dunia usaha, terlepas dari adanya kebutuhan lain semisal permodalan, tata kelola, keuangan dan lainnya. (*)

Source: https://www.hippi.id/opini-dan-tokoh/kegiatan/hippi-gandeng-idlo-dan-mulyana-abrar-advocates-beri-pelatihan-legalitas-usaha

 

No Comments

Post A Comment